tetap semangat dan terus mencoba tuk mendaptkan pengalaman#Bismillah :)
Showing posts with label B.Indonesia. Show all posts
Showing posts with label B.Indonesia. Show all posts
Saturday, October 1, 2011
perbedaan fiksi dan nonfiksi
Karya tulis dapat dibedakan menjadi fiksi dan nonfiksi. Karya fiksi dapat berupa cerita pendek (cerpen), cerita bersambung (cerbung), novel, novelet, roman dan puisi. Karya fiksi bersifat fiktif yang dipengaruhi oleh imajinasi dan perasaan pengarang, tapi masih berpijak pada kebenaran rasional. Biasanya karya fiksi disebut juga karya sastra, yang dapat diterbitkan dalam majalah, tabloid, koran maupun berbentuk buku. Karya nonfiksi dapat berupa paper, tesis, laporan, artikel ilmiah, reportase, karya tulis jurnalisme, artikel dan kolom. Karya nonfiksi dilandasi fakta, pengalaman objektif (kisah nyata), penelitian, pemikiran atau analisis dari suatu masalah. Karya nonfiksi biasanya diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan buku. Karya fiksi seperti cerpen, cerbung, novel dan roman memiliki ciri, yaitu: 1. Memiliki gagasan berupa ide yang akan diuraikan dalam cerita. 2. Memiliki alur/plot, yakni jalinan peristiwa sehingga tergambar urutan kejadian. 3. Penokohan yang merupakan pencitraan dari tokoh yang diceritakan. 4. Latar (setting) yang menjelaskan mengenai dimensi ruang dan waktu serta suasana dalam sebuah cerita. 5. Sudut pandang kepenulisan, berupa posisi penulis dalam cerita. Penulis bisa menjadi tokoh maupun narator yang menjelaskan cerita. Sedangkan karya nonfiksi seperti karya tulis dan artikel ilmiah memiliki ciri sebagai berikut: 1. Memiliki ide yang ditulis secara jelas dan logis serta sistematis. 2. Mengandung informasi yang sesuai dengan fakta. 3. Menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada. 4. Motivasi, rancangan dan pelaksanaan penelitian yang tertuang jelas. 5. Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang diketengahkan dalam tulisannya. Pemilihan kata dan gaya penulisan dapat mencerminkan jenis karya yang ditulis. Gaya penulisan karya fiksi cenderung membolehkan penggunaan kata-kata yang tidak baku, sehingga ide cerita dapat mengalir dan mudah ditangkap pembaca. Untuk karyanon fiksi diharuskan menggunakan kata baku sesuai dengan kamus umum Bahasa Indonesia. Karya nonfiksi harus memakai bahasa berciri tepat, singkat, jelas, resmi dan teratur agar efektif.
Labels:
B.Indonesia
Pengertian Resensi
A. Pengertian Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.
Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.
1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.
B. Unsur-unsur Resensi
Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:
1. Membuat judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
2. Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
a. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);
b. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);
c. penerbit;
d. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
e. tebal buku;
f. harga buku (jika diperlukan).
3. Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
a. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;
b. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;
c. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
d. memaparkan keunikan buku;
e. merumuskan tema buku;
f. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
g. mengungkapkan kesan terhadap buku;
h. memperkenalkan penerbit;
i. mengajukan pertanyaan;
j. membuka dialog.
4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
5. Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.
Labels:
B.Indonesia
Sunday, June 26, 2011
Karya Sastra Melayu Klasik
Sastra Melayu Klasik sudah eksis di tanah air sejak abad ke-16 Masehi. Semenjak itu hingga sekarang gaya bahasanya tak banyak mengalami perubahan.
Naskah pertama yang tertulis dalam bahasa Melayu klasik berupa sepucuk surat dari raja Ternate, Sultan Abu Hayat kepada raja João III di Portugal berangka tahun 1521 Masehi.
Bentuk-bentuk Karya Sastra Melayu Klasik
Karya Sastra Melayu Klasik - Gurindam Dua Belas
Kumpulan gurindam karya Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas sebab berisi 12 masalah, diantaranya tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.
Karya Sastra Melayu Klasik - Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Baca Hikayat Hang Tuah.
Karya Sastra Melayu Klasik - Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
- Contoh:
"Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula"
Karya Sastra Melayu Klasik - Pantun
Serupa puisi 4 baris, berciri sajak a-b-a-b attau a-a-a-a. Dua baris awal merupakan sampiran, umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris ujung bagian isi, sebagai tujuan pantun.
- Contoh:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Karya Sastra Melayu Klasik - Seloka
Merupakan bentuk puisi Karya Sastra Melayu Klasik, berisi pepetah ataupun perumpamaan mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Lumrahnya ditulis empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, kadang kala bisa juga ditemukan pada seloka yang ditulis lebih dari empat-baris.
- Misal:
Anak pak dolah makan lepat
makan lepat sambil melompat
nak hantar kad raya dah tak sempat
pakai sms pun ok wat ?
Karya Sastra Melayu Klasik - Syair
Bagian puisi atau karangan dalam bentuk terikat, mengutamakan irama sajak. Biasanya berbentuk 4 baris, bernada aaaa, keempat baris itu mengandung makna penyair.
Karya Sastra Melayu Klasik - Talibun
Sejenis puisi lama seperti pantun sebaba memiliki sampiran dan isi, tapi lebih dari 4-baris (bisa 6-20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, seterusnya.
- Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
Naskah pertama yang tertulis dalam bahasa Melayu klasik berupa sepucuk surat dari raja Ternate, Sultan Abu Hayat kepada raja João III di Portugal berangka tahun 1521 Masehi.
Bentuk-bentuk Karya Sastra Melayu Klasik
Karya Sastra Melayu Klasik - Gurindam Dua Belas
Kumpulan gurindam karya Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas sebab berisi 12 masalah, diantaranya tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.
Karya Sastra Melayu Klasik - Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Baca Hikayat Hang Tuah.
Karya Sastra Melayu Klasik - Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
- Contoh:
"Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula"
Karya Sastra Melayu Klasik - Pantun
Serupa puisi 4 baris, berciri sajak a-b-a-b attau a-a-a-a. Dua baris awal merupakan sampiran, umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris ujung bagian isi, sebagai tujuan pantun.
- Contoh:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Karya Sastra Melayu Klasik - Seloka
Merupakan bentuk puisi Karya Sastra Melayu Klasik, berisi pepetah ataupun perumpamaan mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Lumrahnya ditulis empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, kadang kala bisa juga ditemukan pada seloka yang ditulis lebih dari empat-baris.
- Misal:
Anak pak dolah makan lepat
makan lepat sambil melompat
nak hantar kad raya dah tak sempat
pakai sms pun ok wat ?
Karya Sastra Melayu Klasik - Syair
Bagian puisi atau karangan dalam bentuk terikat, mengutamakan irama sajak. Biasanya berbentuk 4 baris, bernada aaaa, keempat baris itu mengandung makna penyair.
Karya Sastra Melayu Klasik - Talibun
Sejenis puisi lama seperti pantun sebaba memiliki sampiran dan isi, tapi lebih dari 4-baris (bisa 6-20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, seterusnya.
- Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
Labels:
B.Indonesia
Saturday, June 4, 2011
Cara Membawakan Acara
Membawakan acara dengan bahasa yang baik dan benar serta santun, Sama halnya dengan menyampaikan laporan, membawakan acara juga harus memerhatikan unsur-unsur pelafalan, intonasi, tempo, gerak tubuh, dan mimik wajah. Menjadi pembawa acara (master of ceremony/ MC) haruslah mempunyai bakat berbicara yang baik, penuh improvisasi, dan percaya diri tinggi.
Pembawa acara harus memahami situasi acara yang dibawakannya, apakah acaranya bersifat formal (resmi), semi-formal (setengah resmi), atau nonformal (tidak resmi). Pemahaman terhadap situasi tersebut sangat penting. Pembawa acara harus bisa menyesuaikan diri, mulai dari pakaian, cara bicara, bahasa yang digunakan, sampai gerak tubuh yang ditampilkan.
Membawakan acara adalah tugas seorang pemandu acara/pembawa acara. Pembawa acara juga disebut presenter, MC (master of ceremony), host, dan VJ (video jockey). Pembawa acara memandu acara dari awal sampai akhir. Pembawa acara yang membawakan acara harus mempunyai sikap yang baik sehingga meninggalkan kesan yang baik pula pada peserta acara. Hal tersebut berpengaruh pada kesuksesan acara yang diselenggarakan.
Dalam membawakan acara, seorang pembawa acara hendaknya menggunakan bahasa yang baik, benar, dan santun. Bahasa yang baik dan benar merupakan bahasa yang sesuai dengan kaídah bahasa yang berlaku, mudah dipahami, serta sesuai dengan situasi dan kondisi. Selain itu, pembawa acara wajib menggunakan bahasa yang santun sehingga tidak menyinggung perasaan pihak tertentu.
Berikut contoh penggunaan bahasa yang baik, benar, dan santun dalam membawakan acara.
Selamat pagi para pemirsa setia acara “Cerdas Cermat ala Anak Pintar” Bersama saya Pratiwi Romansa. Seperti biasanya acara ”cerdas cermat” ini akan diikuti oleh teman-teman cerdas kamu dari sekolah-sekolah unggulan nasional dan internasional. Mereka akan berkompetisi beradu pengetahuan dan wawasan untuk memperebutkan beasiswa sekolah ke Señor High School di Melbourne, Australia.
Pembawa acara harus memahami situasi acara yang dibawakannya, apakah acaranya bersifat formal (resmi), semi-formal (setengah resmi), atau nonformal (tidak resmi). Pemahaman terhadap situasi tersebut sangat penting. Pembawa acara harus bisa menyesuaikan diri, mulai dari pakaian, cara bicara, bahasa yang digunakan, sampai gerak tubuh yang ditampilkan.
Membawakan acara adalah tugas seorang pemandu acara/pembawa acara. Pembawa acara juga disebut presenter, MC (master of ceremony), host, dan VJ (video jockey). Pembawa acara memandu acara dari awal sampai akhir. Pembawa acara yang membawakan acara harus mempunyai sikap yang baik sehingga meninggalkan kesan yang baik pula pada peserta acara. Hal tersebut berpengaruh pada kesuksesan acara yang diselenggarakan.
Dalam membawakan acara, seorang pembawa acara hendaknya menggunakan bahasa yang baik, benar, dan santun. Bahasa yang baik dan benar merupakan bahasa yang sesuai dengan kaídah bahasa yang berlaku, mudah dipahami, serta sesuai dengan situasi dan kondisi. Selain itu, pembawa acara wajib menggunakan bahasa yang santun sehingga tidak menyinggung perasaan pihak tertentu.
Berikut contoh penggunaan bahasa yang baik, benar, dan santun dalam membawakan acara.
Selamat pagi para pemirsa setia acara “Cerdas Cermat ala Anak Pintar” Bersama saya Pratiwi Romansa. Seperti biasanya acara ”cerdas cermat” ini akan diikuti oleh teman-teman cerdas kamu dari sekolah-sekolah unggulan nasional dan internasional. Mereka akan berkompetisi beradu pengetahuan dan wawasan untuk memperebutkan beasiswa sekolah ke Señor High School di Melbourne, Australia.
SELAMA MENCOBA
Labels:
B.Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)